Tampilkan postingan dengan label Airport Corner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Airport Corner. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 September 2013

Airport Corner: Tong Tji Tea Bar, Semarang

Sebagai "korban urbanisasi", kami biasa pulang kampung dengan rute penerbangan Jakarta-Semarang atau Jakarta-Solo dilanjut jalan darat ke Salatiga. Seringnya kami berangkat-pulang melalui Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. 

Meski melayani rute penerbangan International, bandara ini relatif kecil dibanding bandara-bandara tetangganya. Bandara ini hanya mempunyai 1 terminal. Pintu keberangkatan untuk semua penerbangan melalui satu pintu yang sama. Meski pilihan makanpun terbatas, begitu kami punya spot favorit disini: Tong Tji Tea Bar!

Mendoan Petis, Tahu Kemul and Tong Tji Jasmine Tea

Secangkir Teh dan Sepiring Gorengan 
Tong Tji Tea bar ini berada di dalam ruang tunggu domestik, persisnya ada di pojok kanan. Jelas dari namanya, Tong Tji Tea Bar menjual aneka varian teh maknyus dari brand Tong Tji. Tapi ada dua hal yang membuatnya spesial. 

Pertama, menunya. Selain teh, Tea Bar ini juga menjual aneka jajanan khas Jawa. Jajanan yang wajib dicoba: tahu bakso, tahu kemul dan mendoan. Tahu bakso ini adalah tahu isi daging bakso, yang dikukus lalu digoreng. Tahu kemul dibuat dari tahu yang digoreng tepung sampai garing dan renyah. Mendoan dibuat dari irisan tipis tempe yang digoreng dengan tepung dan irisan daun bawang. Walau sederhana, tapi gorengan ini selalu ngangenin.

Ketiga menu "goreng-gorengan" ini disajikan dalam potongan kecil-kecil, finger foods, alias sekali suap. Gorengan yang panas, renyah krenyes-krenyes dan gurih berpadu dengan saus yang pedas-manis, rasanya maknyuss!! Harga seporsinya sekitar belasan ribu rupiah dan bisa untuk berdua. Kalau tehnya, favorit saya adalah Milk Tea sementara Panda lebih suka Jasmine Tea.

Kedua, lokasinya. Terletak di dalam ruang tunggu, Tea Bar menghadap persis ke kaca dimana pesawat-pesawat kita parkir. Jadi ketahuan banget pesawatnya mana udah dateng, mana yang delay. Sayangnya, jumlah meja-kursi Tea Bar ini terbatas, jadi sabar-sabar saja antrinya. 

Airport Waiting Time
Jadilah inilah ritual kami menunggu penerbangan pulang ke Jakarta. Sembari menunggu gate open, kami matikan handphone. Lalu menyibukkan diri dengan obrolan ngalor-ngidul, ditemani teh hangat dan gorengan panas. Sesekali melihat lalu-lalang pesawat yang bergantian landing dan take off. 

Kadangkala lucu juga mengamati aneka ragam penumpang. Rombongan keluarga yang ribut karena barang bawaannya, bapak-bapak bussiness man yang sibuk di depan laptopnya, pasangan muda yang sibuk dengan HPnya masing-masing atau para orang tua yang sibuk mengejar anaknya kian kemari. Sementara kami duduk tenang sambil menikmati teh. Just like a quote by David Walliams "All human life can be found in an Airport". 
 


  

Selasa, 10 September 2013

Airport Corner: Food Cetera, Soetta Airport Jakarta

not too expensive foods, cozy place  @Food Cetera
Bulan Maret lalu, saya dan tante sampai juga di terminal 1 bandara Soekarno-Hatta setelah melewati penerbangan Malang-Jakarta dengan turbulensi yang sukses bikin jantung melompat-lompat. It was the most scariest flight experience we've ever had! Karna kurang familier dengan terminal ini dan dalam kondisi capek, stress dan super lapar, kami bergegas melenggang masuk ke Food Cetera yang terlihat cozy dan baru dibuka. Fyi, food court ini terletak diantara terminal 1B dan 1C bandara Soetta.   

classic poster @Food Cetera

Sesuai dugaan, atmosfer dan ambiancenya OK punya, interiornya ditata apik dengan gaya vintage dengan dominasi kayu yang menonjol. Saya juga suka dinding bata eksposnya yang dihias dengan poster klasik. Meskipun mengusung gaya oldies, sistem pemesanan dan pembayarannya sudah modern menggunakan sistem pre paid card. Sebagaimana food court di mall-mall besar di Jakarta, sistem ordernya dipermudah dengan sistem kartu yang diisi deposit.

menu nasional dan internasional @Food Cetera
Pilihan makanan di Food Cetera cukup beragam dari makanan indonesia maupun menu internasional. Meski belum mencoba semua, tapi saya punya beberapa menu favorit disini. Untuk makanan lokal, favorit tante saya adalah nasi bakar peda yang wangi, sementara pilihan saya jatuh ke pempek lenggang yang gurih. Sementara menu internasional, kami 100% sepakat spagettinya worthed to try. Saus bolognisenya itu bener-bener pas antara manis-asam dan loyal daging cincang. 

Yang bikin ketagihan lagi, disini bener-bener banyak pilihan dessert. Es doger, es puter dan es-es menggiurkan lainnya dibandrol dengan harga belasan ribu rupiah. Sedangkan harga makanan disini kurang lebih sesuai standar airport, sekitar 20-40ribu per porsi. Kalau nggak salah kami berdua pesan 4 jenis makanan 'berat' dan 2 dessert dengan total kurang dari Rp. 150.000,-.

Es-es menggiurkan @Food Cetera
Di tengah hiruk-pikuknya Bandara Soetta, Food Cetera ini tempat yang recommended untuk urusan perut. Soalnya kami ini tipe yang masuk ke restoran 100% untuk makan, bukan sekedar untuk nongkong cari wifi atau menyesap secangkir kopi. Buktinya, bulan Juni lalu sesampainya di Terminal 3 setelah penerbangan Hongkong-Jakarta, kami rela seret-seret koper dan naik shuttle bus ke Terminal 1. Dan setelah 9 hari berdimsum dan berwanton ria, kami akhirnya "bales dendam" bernasi ria di Food Cetera ini. 

“A full stomach makes a happy heart”. – Spanish Proverb